Subscribe:

Ads 468x60px

Live Info By FM Community Gabung dengan kami sekarang, klik Like Fanpage dibawah posting atau link ini FMC on Facebook Release Unofficial Database Sea Games FM 2013 Download Mohon maaf agar blog tidak kena suspend, kami tidak bisa memberikan informasi mengenai crack/ilegal question Update Cut Out Facepack v3.0 sampai v4.02 Buka dan Baca Posting ini
Showing posts with label My Carier On FM 2011. Show all posts
Showing posts with label My Carier On FM 2011. Show all posts

Friday, 18 March 2011

La Vecchia Signora

Patch baru menghadirkan gairah baru, sebenarnya sayang juga saya harus membuat new game karena pada versi patch terdahulu saya sudah sampai musim 2020, tapi tidak mengapalah demi kepuasan saya harus memulai dari awal lagi. Kalau dulu saya selalu memulai game dari Liga Indonesia, kali ini saya langsung memegang team besar yaitu Juventus, alasan kenapa saya memilih Juventus untuk mengawali karir saya ?? karena Juventus adalah team besar yang sudah sangat lama tidak merasakan gelar juara, baik di kompetisi lokal maupun continental, jadi target saya adalah mengembalikan kejayaan Juventus seperti eranya Zinedine Zidane dulu, meskipun berlabel team besar kenyataannya squad yang dimiliki saat ini dan keungan yang disediakan oleh manajemen tidak mencerminkan reputasinya, awal musim saya hanya diberi dana 8 juta dollar untuk membeli pemain, dengan dana segitu saya hanya mendapatkan satu pemain yaitu Simone Vukcevic yang saya transfer dari Sporting Lisbon 6juta dollar, plus komisi buat agen pemain maka habislah sudah budget transfer buat saya. Apakah berhasil mengembalikan kejayaan Si Nyonya Tua dimusim pertama saya menanganinya ??? dan taktik apa yang akan saya gunakan pada versi patch 11.3 ini ??? tunggu cerita selanjutnya !!!!

Wednesday, 2 March 2011

Akhir Musim 2018/2019 Marseille Champions

Awal karier yang bagus di Liga Prancis, bersama Olympique de Marseille dimusim pertama langsung berhasil menyabet predikat treble winner, yang pasti tidak sia-sia saya meninggalkan SC Cambuur meskipun harus rela memendam hasrat mencoba kerasnya Liga Champions Eropa. Satu pemain kunci diawal musim saya datangkan yaitu Mario Balotelli dapat minjem dari Barcelona. Musim ini saya juga memegang Timnas Spanyol

Langsung saja ini resume selama musim 2018/2019. Manajemen memberi saya budget transfer yang cukup banyak namun dengan adanya pemain yang saya jual maka defisit budget transfer hanya sedikit.

Saturday, 26 February 2011

Pindah ke Olympique de Marseille

Musim 2017/2018 masa berakhirnya kontrak kerja sama saya dengan SC Cambuur-Leeuwarden, meskipun beberapa kali manajemen mengajukan tawaran perpanjangan kontrak baru namun sengaja saya terus mendelay-nya sampai akhir musim, sembari berharap ada tawaran kontrak kerja sama dari klub lain yang lebih memberi kebebasan kepada saya untuk merekrut pemain-pemain yang berkualitas tanpa harus mencari pemain yang free transfer saja. Dan akhirnya Marseille datang mengajukan proposal kerja sama dengan saya sebulan sebelum kontrak saya dengan SC Cambuur berakhir, dengan budget transfer 38 juta dollar yang disediakan oleh manajemen Marseilla sayapun tak kuasa menolak proposal tsb. Akhirnya saya harus mengatakan Good Bye SC Cambuur-Leeuwarden, dan saya akan mencoba tantangan baru di Liga Prancis. Beberapa talenta muda di youth team Marseille mempunyai Potensial Ability yg cukup lumayan, sekaranglah saatnya saya mengatur jadwal training yang baik. Nah bagi agan yang penasaran dengan jadwal training yang akan saya buat, tunggu saja jika hasilnya bagus pasti akan saya share.

Friday, 25 February 2011

Treble Winner Pertama Untuk SC Cambuur

Tiga piala yang disediakan disemua kompetisi yang kami ikuti berhasil direbut pada musim 2017/2018 ini. KNVB-Beker final melawan Feyenoord, Eropa League Final melawan Porto dan Eredivisie League. Perjalanan team di liga musim ini sangat keras dan dramatis, 5 team yang berpeluang menjadi juara liga dan 5 team juga yang silih berganti menempati posisi pertama klasemen harus terus bersaing sampai partai terakhir untuk memastikan menjadi sang juara. FC Twente yg dari awal musim menempel ketat di posisi kedua harus puas finish di posisi 4 klasemen, sedangkan team saya yang sempat memburuk performanya diakhir musim berhasil mengkudeta posisi pertama di sisa tiga partai terakhir.

Seperti biasa tidak adanya budget transfer dari manajemen memaksa saya memperkuat squad dengan merekrut pemain-pemain yang sedang tanpa klub atau yang akan habis kontraknya, dan inilah modal saya
Kesuksesan team dimulai dari partai final KNVB-Beker melawan Feyenoord yang bertepatan dengan 400 laga sepanjang karier saya menangani team (Persindra + SC Cambuur)
Walau harus berjuang sampai babak pinalty karena pada masa normal imbang 0-0 akhirnya anak buah saya berhasil memberi kado indah dengan menjadi juara.
Setelah berhasil menggenggam tropy KNVB Beker, team kembali harus berjuang di liga karena belum satupun team yang memastikan menjadi juara. Diawal musim performa team sangat baik dan stabil namun konsentrasi terpecah antara Liga dan Eropa League. Keterbatasan squad yang dimiliki berimbas pada performa sempat memburuk  menjelang akhir musim. graphic pada gambar ini menunjukkan betapa dramatisnya persaingan diliga.
Klasemen akhir liga, perjuangan tanpa henti
Lucas striker saya berhasil menjadi top skor dengan 23 gol
Perjuangan belum berhenti disini karena masih ada satu tropy lagi yaitu Eropa League untuk menyempurnakan menjadi treble winner, di final melawan porto berhasil memenangkan dengan skor 1-0
Lengkap sudah treble winner pertama dikancah eropa berhasil saya torehkan. sampai jumpa musim depan

Friday, 18 February 2011

Akhir Musim 2016/2017 Nyaris Sempurna

Setelah musim lalu saya berhasil membawa promosi SC Cambuur-Leeuwarden, musim ini 2016/2017 berlaga di top divisi saya mengakhirinya dengan nyaris sempurna, bagaimana tidak nyaris ?? saya berhasil finish di posisi 5 klasemen dan berhasil membawa team lolos melalui play off ke babak kualifikasi European League (Piala UEFA). Pada awal musim manajemen membebaskan saya untuk memilih target akhir musim bahkan sampai target tertinggi yaitu menjuarai liga, tapi saya menjatuhkan pilihan yang masuk akal saja yaitu asal selamat dan tidak terdegradasi. Senada dengan prediksi media lokal di Belanda kalau team saya akan kembali terdegradasi, sebuah prediksi yang tidak berlebihan, memang kenyataannya manajemen hanya mampu memberi budget transfer maksimal 141.228 dollar saja, dengan budget sebesar itu apa yang bisa saya perbuat ??

Saya nekad saja membawa team ini toh manajemen tidak memberi saya modal yang cukup untuk mentransfer pemain, dengan budget segitu saya memutuskan mencari pemain-pemain yang bebas transfer saja untuk memperkuat squad team dan hanya satu pemain yang saya beli dengan bayar mencicil selama 36 bulan, inilah budget tarnsfer dan wage budget yang diberi manajemen
dan ini pemain-pemain yang saya datangkan diawal musim
Diawala musim saya memakai taktik 4-1-4-1 performa team sangat baik namun menjelang pertengahan musim performa team memburuk, akhirnya saya merubah taktik kadang 4-5-1 kadang 4-4-2. dan inilah periode buruk yang dialami team sempat kalah tiga kali berturut-turut
Grafik naik turun perjalanan team dari awal sampai akhir musim sempat nangkring di posisi 3
Klasemen akhir liga saya berhasil finish di posisi 5 nyaris dapat tiket lolos langsung ke babak group European League (Piala UEFA) andai saja finish di posisi 4
Striker saya berhasil menjadi top skor kedua dengan koleksi 21 gol
Yang seru diakhir musim ketika berlaga di play off untuk memperebukan satu tiket ke periode kualifikasi European League, Final Play Off harus digelar tiga kali karena pada dua partai sebelumnya selalu berakhir imbang 0-0 dan 1-1 dan untuk menentukan satu tiket itu harus sekali lagi menggelar final penentuan yang dimenangi oleh saya skor 2-0
Dengan semua keberhasilan itu manajemen merasa sangat puas dan melabelinya Superb untuk liga dan Good untuk Cup Competition
Sekarang cerita mengenai karier saya di pertengahan musim ini saya sempat ditawari oleh Lanus lumayan besar manajemen memberi modal transfer budget namun saya tidak tertarik
Dan yang agak menggoda saya ketika Besiktas menawari kontrak untuk memakai jasa saya sebagai pelatihnya, besaran gaji yang akan saya terima menjadi berlipat ganda dan manajemen juga memberi budget transfer dan budget wage lumayan besar, sayangnya saya harus keluar dari 6 liga di negara yang saya impikan (Inggris, Spanyol, Italy, German, Prancis dan Belanda) ini yang menjadi pertimbangan saya, akhirnya saya memutuskan untuk men-delay (mengundur) pembicaraan kontrak dengan saya diakhir musim saja dan Besiktas setuju.
Demikianlah serba serbi cerita di musim 2016/2017... saatnya menatap musim 2017/2018

Friday, 11 February 2011

Kado Indah di 300 Pertandingan

Saya rasa judul diatas tidak berlebihan, selepas dari Persindra (Liga Indonesia) dan memulai karier manajer di kancah eropa bersama SC Cambuur (Jupiler League) tidak disangka tepat di 300 partai selama karier saya berhasil membawa team promosi ke kasta tertinggi Liga Belanda (Eredivisie League) dan inilah langkah pertama yang saya lakukan menuju Special One dari Indonesia :-) karena hal ini  bagi saya sangat istimewa maka kali ini saya akan banyak mengulas biografi dan history karier manajer saya. Yang jelas FC Cambuur mah sudah juara gitu aja deh.

Seperti yang sudah saya posting, pertama kali saya menangani SC Cambuur pada pekan ke 15 team sedang terdampar di posisi 12 klasemen semetara, selama dua pekan saya menangani grapik team sempat naik ke posisi 8 di pekan 17 namun sempat turun ke posisi 10 dipekan 18 dan lompatan terbanyak terjadi antara pekan 18 sampai 21 karena dari posisi 10 klasemen langsung merangsek naik ke posisi 3 klasemen tentu saja hal ini terjadi karena team-team diatas saya mengalami kekalahan sampai akhirnya saya berhasil membawa team promosi di pekan 32 dua partai sebelum liga ditutup.
Inilah ulasan sebelum pertandingan terakhir pekan ke 34 dari koran lokal homeground SC Cambuur Belanda The Leeuwarden Football
Inilah kadonya SC Cambuur keluar sebagai juara Jupiler League
Klasemen akhir Jupiler League
Mengawali dan membangun karier manajer pada Divisi Satu Liga Indonesia bersama Persindra Indramayu dengan status reputasi manajer masih unprooven sampai akhirnya berhasil meraih status World Class karena berhasil memboyong piala World Club Cup maka dengan bekal itu saya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak lagi sampai akhirnya tawaran dari team eropa SC Cambuur datang, inilah profil saya
Sampai saat ini saya baru menangani dua team saja Persindra Indramayu dan SC Cambuur
Silahkan baca sendiri biografi saya pada screenshot dibawah ini
Dan terakhir statistik manajer saya berhasil merebut juara liga 4 kali dan Cup Competition 13 kali bersama Persindra dan SC Cambuur
Demikian cerita karier manajer saya, karena saya lebih suka mengawali karier dengan team kecil yang berlaga pada divisi terendah atau setidak-tidaknya tidak berlaga pada divisi tertinggi dulu maka kesuksesan saya selama ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya.

Thursday, 10 February 2011

SC Cambuur-Leeuwarden

Setelah beberapa bulan saya lakukan Go On Holiday alias hanya liburan mulai awal musim 2015-2016 ini saya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Persindra Indramayu setelah lima musim yang sangat sukses itu saya ingin tantangan baru di liga eropa. Akhirnya tawaran itu datang juga dari SC Cambuur yang berkompetisi di Jupiler League (strata kedua pada Liga Belanda).
Sebenarnya tawaran kontrak untuk saya dari SC Cambuur itu bukan yang pertama sebelum-sebelumnya ada tawaran dari team lain dari liga denmark, liga yunani dan liga rusia tapi saya tidak tertarik meskipun team itu berlaga di kasta tertinggi karena target saya ingin berkembang pada salah satu 6 negara eropa yang mempunyai reputasi liga sangat baik (Spanyol, Italy, Inggris, Belanda, German dan Prancis).

Kerja sama kontrak dengan SC Cambuur terealisasi mulai tanggal 11 November 2015, saat saya pertama kali menangani team ini terdampar di posisi 12 target saya diakhir musim nanti cukup tidak terdegradasi saja, karena saya belum banyak mengenal karakter pemain-pemainnya. Sedangkan taktik yang akan saya pakai mungkin tetap 4-4-2 sebagai formasi favorit saya. Akhirnya doakan saya sukses di eropa ya gan.

Friday, 4 February 2011

Kalahkan Man Utd di Semi Final Persindra Juara WCC 2014

Akhirnya satu-satunya trophy bergengsi yang belum pernah saya genggam bersama Persindra, pada kesempatan ketiga turnamen FIFA World Club Cup ini saya berhasil meraihnya, seperti pada dua kesempatan yang lalu lawan terberat bagi juara Champions Asia ada di semi final yang  akan bertemu dengan juara Liga Champions Eropa,  dan kali ini kembali bertemu dengan Manchester United untuk yang kedua kalinya. kalo agan tertarik dengan review saya silahkan baca selengkapnya, agan juga bisa mendownload video pertandingan Persindra Vs Manchester United (semifinal) dan Persindra Vs America Mexico (Final).

History keikutsertaan Persindra di WCC
Syarat untuk mengikuti turnamen FIFA World Club Cup adalah juara kontinental plus satu  perwakilan tuan rumah, kesempatan pertama Persindra ikut kompetisi WCC pada tahun 2012 setelah lolos dari quarter final bertemu dengan Manchester United disemi final menang 1-0 sayang gagal di final, tahun 2013 disemi final kalah melawan Barcelona tapi berhasil merebut posisi ketiga dan pada tahun 2014 ini disemi final kembali bertemu Manchester United dan di Final berhasil mengalalahkan America (Mexico) 2-1
Tidak seperti pada pertemuan pertama, kali ini Man Utd menurunkan squad inti namun saya berhasil mengalahkannya, kunci kemenangan saya kali ini selain taktik juga karena squad Persindra yang sudah lebih baik dengan pemain-pemain asing yang saya kontrak diawal musim, total pemain asing yang saya kontrak 13 pemain, tentu saja hanya 5 pemain saja yang bisa diregistrasikan di ISL tapi memang sengaja saya mengontrak banyak pemain asing hanya untuk menghadapi kompetisi WCC ini dan sebelumnya saya mainkan di Copa Dji Sam Soe hanya untuk menjaga kondisi fitness, dan ini pemain terbaik saya Ahmad Kone (pemain regen)
Meskipun saya memakai jasa pemain asing untuk mengalahkan Man Utd dan hanya menyisipkan 3 pemain asli indonesia, tetap saja skill pemain Man Utd jauh lebih baik daripada pemain Persindra dan ini line up di semi final
Jalannya pertandingan sangat tidak berimbang Man Utd membuat peluang dengan 24 kali tendangan kegawang dan 7 kali tepat sasaran sedangkan Persindra hanya  4 kali membuat peluang dan cuma sekali mengarah kegawang Man Utd dan hanya sekali itu saja yang akhirnya membuat kekalahan bagi Man Utd (kalo agan mo liad videonya silahkan download pada link dibawah)
Di Final saya sangat percaya diri karena yang dihadapi America (Mexico) bukan Corinthians yang gagal di semi final lawan America (Mexico), 4 pemain asli Indonesia saya mainkan inilah line up semi final
Partai di final ini lumayan berimbang di menit 22 team saya lebih dulu unggul namun diawal babak kedua bek saya melakukan blunder gol bunuh diri akhirnya saya lega setelah di menit 84 gelandang tengah saya berhasil mencetak gol lagi. (silahkan download videonya pada link dibawah)
Road to Champions WCC 2014
Berhasil menjuarai WCC selain bangga karena berhasil menjadi yang terbaik dari para juara kontinental, juga semakin menambah pundi-pundi keuangan klub dengan hadiah 5.000.000 dollar
Dengan kesuksesan saya disemua ajang kompetisi maka Persindra menjadi klub terkaya di Indonesia

Dan inilah kondisi keuangan klub ketika pertama kali saya menangani Persindra yang berlaga di Divisi Satu
Di akhir musim nanti kurang lebih saya sudah menangani Persindra selama lima musim, diawal musim 2014 ini manajemen sudah menawari saya perpanjangan kontrak namun saya tolak, dan karena saya sudah berhasil menjuarai WCC sebagai target terakhir saya bersama Persindra maka saya sangat mantap  untuk tidak akan memperpanjang kontrak meskipun resikonya saya akan menganggur dulu sembari menunggu tawaran dari klub eropa demi mengembangkan karier manajer saya.

File Info :
Rekaman video pertandingan di semi final dan final WCC 2014

File Name
 Matches.rar
Type
 Video pkm extension
Size
 39.00 KB
Creator
 MD Hasan
Uploader
 MD Hasan
Link Mirror

Sunday, 30 January 2011

2013 Kemunculan Pertama Pemain Regen Indonesia Bertalenta

Sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan selama saya menangani Persindra ini, mulai dari taktik, transfer pemain, kendala-kendala cedera dll. Tapi kali ini saya hanya akan merangkum perjalanan karir di musim 2013-2014 saja. Dan yang pengen sekali saya ceritakan mengenai banyaknya klub asing yang mengamati dan tertarik pada pemain-pemain asing saya, dan sebaliknya banyak juga pemain asing baik yang muda maupun yang sudah  udzur yang tertarik membela Persindra setelah saya berhasil dua kali menjuarai Asian Champions League dan dua kali ke semi final Wolrd Club Cup.

Transfer sukses saya ketika mendapatkan Robert Ekeh (Nigeria) yang saya transfer dari Heartland FC dengan banderol 26.000 dollar, dan setelah membela Persindra selama dua musim performanya sangat bagus sehingga Enyimba (klub asal Nigeria) tertarik mentrasfernya, ketika dia mengajukan proposal menanyakan banderol transfer saya jawab 1.000.000 dollar, kedua klub setuju dan pemain setuju akhirnya transfer Ekeh beres. Dengan penjualan pemain ini Persindra mendapatkan keuntungan 974.000 dollar
Deal transfer
Sebaliknya banyak pemain asing bertalenta yang tertarik membela Persindra salah satunya Edson, Penjaga gawang berpengalaman Atletico Goianense saya dapatkan dengan bebas transfer
Gosip-gosip ketertarikan klub eropa yang menginginkan jasa saya juga semakin banyak salah satunya team elite dari Prancis Marseille, tapi sampai saat ini cuma gosip doang
Dan akhirnya pemain muda bertalenta asli Indonesia alias pemain regen muncul juga namanya Hendra Saputra, pemain ini saya dapatkan dari Pelita Jaya atas rekomendasi scout yang sengaja saya suruh mencari pemain di region Southeast Asia, dia mempunyai Potensial Ability 125 (dilihat dengan aplikasi FMRTE), ya meskipun belum bisa dikategorikan calon pemain world class ataupun wonderkids tapi setidak-tidaknya dia menjadi satu-satunya pemain muda Indonesia yang mempunyai PA tertinggi sampai di tahun 2013 ini

Komentar Pengunjung